Mengenal potensi anak sejak dini menjadi langkah penting bagi orang tua untuk membantu buah hati tumbuh sesuai bakat dan kemampuannya. Namun, tak berhenti sampai mengenalinya saja, orang tua harus menyediakan lingkungan preschool yang tepat untuk mendukung perkembangannya, sebut saja Preschool Denpasar.
Preschool yang berkualitas menghadirkan program belajar interaktif yang menstimulasi kecerdasan majemuk anak. Bisa melalui permainan edukatif, kegiatan seni, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Tapi, bagaimana langkah terbaik untuk mendukung potensi anak?
Cara Mengenal Potensi Anak Sejak Dini
Potensi anak bisa Anda lihat sejak usia 2-4 tahun dengan mengamati aktivitas yang mereka suka. Sayangnya, tidak semua orang tua aware dengan hal ini. Oleh karena itu, mari simak cara mengenal potensi anak sejak dini di bawah ini.
1. Perhatikan Minat dan Kesukaan Anak
Anak-anak biasanya suka melakukan aktivitas yang menarik perhatian mereka. Entah itu bermain air, menggambar, bermain bersama teman, bermain bola, dan sebagainya. Minat ini seringkali berhubungan dengan bakat alami mereka, yang mana menurut Cambridge University, potensi manusia tercipta sebagai bawaan sejak lahir.
Anda bisa mengajak si kecil mengeksplorasi berbagai macam kegiatan dan perhatikan apa yang mereka suka. Ketika anak menyukai sesuatu, pasti mereka melakukannya berulang-ulang dan hasilnya justru lebih baik daripada orang lain.
2. Ketahui Kelebihan dan Kelemahan Anak
Mengetahui kelebihan dan kelemahan anak juga jadi salah satu bagian penting dalam mengenal potensi anak sejak dini. Kelebihan dan kelemahan anak bisa Anda ketahui setelah mereka diberi ruang untuk eksplor berbagai macam kegiatan. Dari situ, perhatikan mana kegiatan yang mereka sukai dan mana yang membuat mereka kesulitan hingga menghindari.
Contohnya, anak dengan bakat menggambar atau melukis cenderung lebih mudah menyelesaikan tugasnya. Mereka pun akan mengulanginya dengan hasil maksimal. Berbeda dengan anak yang tidak berbakat menggambar. Mereka akan kesulitan dan cenderung menghindari kemudian beralih ke kegiatan yang sesuai minatnya.
3. Beri Kesempatan Anak untuk Memilih
Memaksimalkan potensi anak juga bisa dengan memberi mereka kesempatan untuk memilih kegiatan yang ingin mereka lakukan dan tekuni. Cara ini bisa membuat wawasan anak lebih luas dengan menyadari hal yang benar-benar disukai serta mengenalkan mereka pada rasa bertanggung jawab terhadap pilihan.
4. Gunakan Bantuan Profesional
Saat usia anak menginjak 6-8 tahun, Anda bisa meminta bantuan profesional seperti konselor sekolah, psikolog anak, atau guru BK untuk melihat potensi mereka melalui serangkaian tes.
Ini adalah langkah terbaik apabila Anda ingin mengetahui bakat dan minat serta kelebihan dan kekurangan anak dengan detail. Selain itu, layanan profesional bisa membantu Anda mendapatkan saran-saran objektif untuk memupuk potensi anak.
5. Pilih Lingkungan Tepat
Terakhir, pilihlah lingkungan tepat yang bisa memaksimalkan potensi anak. Sebab, lingkungan berperan besar terhadap perkembangan anak, sehingga apabila Anda salah memilih, maka bisa berdampak besar bagi masa depan mereka.
Mari Mengenal Potensi Anak Sejak Dini Bersama Highscope Preschool
Meski bukanlah hal yang mudah, tetapi peran Anda sebagai orang tua sangat besar untuk mendukung dan membantu mereka dalam memaksimalkan potensi anak sejak dini. Untungnya, Highscope Preschool Denpasar bisa menjadi pilihan terbaik Anda dalam memaksimalkan potensi anak.
Pasalnya, sekolah internasional ini tidak hanya menawarkan pembelajaran dalam kelas, melainkan luar kelas dengan peralatan lengkap sesuai tahap perkembangan anak. Highscope menggunakan pembelajaran yang mendorong perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pembelajaran menyenangkan.
Selain itu, sekolah ini mengusung konsep Key Development Indicators dan mengajarkan anak tentang urutan kegiatan (Plan-Do-Review) agar mereka bisa belajar membuat keputusan terbaik serta kemampuan dasar manajemen proyek.
