Kerinduan untuk menatap Ka’bah, bersujud di Raudhah, dan wukuf di Arafah adalah impian spiritual tertinggi yang tak ternilai harganya. Bagi banyak orang, Ibadah Haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan “pulang” menuju Sang Pencipta. Ada air mata kerinduan yang menetes setiap kali melihat tayangan jemaah haji yang sedang bertawaf di layar kaca.
Namun, seringkali impian suci ini terbentur oleh tembok realita bernama: Biaya.
Haji memang ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik (Istitha’ah Badaniyah) dan kesiapan harta (Istitha’ah Maliyah). Angka puluhan juta rupiah seringkali membuat nyali ciut, terutama bagi Anda yang memiliki penghasilan pas-pasan atau memiliki banyak tanggungan keluarga.
Munculah pemikiran klasik yang sebenarnya menjebak: “Nanti saja daftarnya kalau tabungan sudah terkumpul penuh,” atau “Saya belum pantas, rezekinya belum cukup.” Anda, pola pikir inilah yang seringkali membuat jarak kita dengan Baitullah semakin jauh.
Artikel ini hadir untuk mengubah paradigma tersebut. Kita akan membedah strategi mengumpulkan dana haji yang cerdas, realistis, dan bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan mulai hari ini.
Memahami Musuh Utama: Waktu dan Inflasi
Dalam perencanaan dana haji, musuh utama kita bukanlah besarnya nominal uang, melainkan Waktu. Sistem haji di Indonesia (Haji Reguler) menggunakan sistem antrian (waiting list). Karena kuota yang terbatas dari Pemerintah Arab Saudi sementara pendaftar membludak, masa tunggu haji di Indonesia saat ini berkisar antara 20 hingga 40 tahun, tergantung provinsi domisili Anda.
Artinya, jika Anda mendaftar di usia 30 tahun, kemungkinan baru bisa berangkat di usia 55 atau 60 tahun. Bayangkan jika Anda menunda pendaftaran selama 5 tahun hanya karena menunggu uang terkumpul? Anda mungkin baru bisa berangkat saat fisik sudah tidak lagi prima atau masuk kategori lansia risiko tinggi.
Selain itu, ada faktor Inflasi. Biaya haji dan travel umroh terus naik setiap tahun karena kenaikan harga avtur, pajak di Arab Saudi, dan nilai tukar mata uang. Uang Rp 25 juta yang Anda kumpulkan dengan susah payah di bawah bantal selama 5 tahun, nilainya mungkin sudah tergerus inflasi saat terkumpul nanti.
Jadi, rumus emasnya adalah: Amankan Porsi Haji Secepat Mungkin. Jangan menunggu lunas, yang penting nama Anda sudah masuk dalam antrean Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Kemenag.
Strategi 1: “Paksa” Diri dengan Tabungan Berjangka
Bagi Anda yang kesulitan disiplin menabung, metode konvensional “menabung sisa gaji” hampir pasti gagal. Uang receh sisa belanja biasanya akan terpakai untuk hal-hal konsumtif yang tidak disadari.
Solusinya adalah dengan sistem Autodebet di awal bulan. Begitu gaji masuk, bank otomatis memotong sekian rupiah ke rekening khusus haji yang tidak memiliki kartu ATM.
Namun, tantangannya adalah durasi. Untuk mengumpulkan Rp 25.000.000 (syarat setoran awal porsi haji), jika Anda menabung Rp 500.000 per bulan, Anda butuh waktu 4 Tahun 2 Bulan. Selama 4 tahun itu, antrean haji sudah bertambah panjang ribuan orang.
Strategi 2: Konversi Aset Pasif Menjadi Aset Ibadah
Coba Anda cek di rumah. Apakah ada aset yang “tidur” dan jarang digunakan? Mungkin ada perhiasan emas simpanan lama, atau sepeda motor kedua yang jarang dipakai? Menjual atau melikuidasi aset konsumtif untuk dijadikan modal setoran awal haji adalah keputusan yang sangat bijak.
Aset benda bisa dicari lagi, tapi kesempatan dan umur untuk berhaji tidak bisa dibeli. Mengubah logam mulia menjadi “Tiket ke Surga” adalah investasi abadi.
Strategi 3: Pembiayaan Syariah (Solusi Akselerasi)
Ini adalah strategi yang paling banyak diambil oleh masyarakat modern yang sadar literasi keuangan. Jika menabung manual memakan waktu terlalu lama, mengapa tidak menggunakan fasilitas pembiayaan untuk “membeli waktu”?
Banyak Lembaga Keuangan Syariah (LKS), termasuk Adira Finance Syariah, menyediakan produk Pembiayaan Porsi Haji. Konsepnya sederhana dan sesuai Syariah (biasanya menggunakan akad Murabahah atau Jual-Beli Jasa, maupun Ijarah).
- Talangan Porsi: Lembaga pembiayaan akan membayarkan uang Rp 25.000.000 ke Kementerian Agama atas nama Anda.
- Dapat Porsi Langsung: Anda langsung mendapatkan Nomor Porsi Haji dan resmi masuk antrean hari ini juga.
- Cicilan Ringan: Anda tinggal mengembalikan dana tersebut dengan cara dicicil setiap bulan selama tenor tertentu (misal 1-5 tahun).
Apakah ini berhutang? Ya, tapi ini adalah Hutang Produktif untuk Ibadah. Dalam Islam, berhutang untuk menyegerakan kebaikan itu diperbolehkan, selama Anda memiliki kemampuan bayar. Anda tidak sedang berhutang untuk membeli HP mewah atau liburan, tapi untuk mengunci kursi di Tanah Suci.
Keuntungannya sangat jelas:
- Mengalahkan Waktu: Anda tidak perlu menunggu 5 tahun untuk menabung. Anda memotong waktu tunggu 5 tahun lebih awal.
- Disiplin Pembayaran: Karena sifatnya angsuran wajib, Anda akan lebih termotivasi dan disiplin menyisihkan uang setiap bulan. Tanpa sadar, dalam beberapa tahun, hutang lunas dan porsi haji sudah aman di tangan.
- Perlindungan: Banyak program pembiayaan ini juga menyertakan asuransi jiwa syariah, sehingga jika terjadi risiko pada calon jemaah, ahli waris tidak terbebani.
Niat Kuat, Jalan Terbuka
Allah SWT tidak memanggil orang-orang yang mampu, tetapi Allah memampukan orang-orang yang terpanggil. “Mampu” di sini bukan berarti harus punya uang tunai sekarung di lemari. Mampu bisa berarti punya kemauan untuk menyisihkan rezeki, punya keberanian untuk mengambil langkah awal, dan punya kecerdasan untuk memanfaatkan solusi keuangan yang ada.
Jangan biarkan keraguan finansial menghalangi niat suci Anda. Ingatlah wajah orang tua, pasangan, atau anak-anak yang ingin Anda ajak ke Baitullah. Mulailah langkah kecil hari ini. Entah itu dengan membuka tabungan khusus, atau memberanikan diri mengajukan pembiayaan syariah.
Jika Anda merasa opsi pembiayaan adalah jalan terbaik untuk mengamankan porsi haji keluarga sekarang juga tanpa menunggu lama, pastikan Anda memilih mitra yang terpercaya, transparan, dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah.
Adira Finance Syariah siap menjadi jembatan Anda menuju Tanah Suci dengan proses yang mudah dan amanah. Pelajari lebih lanjut mengenai syarat dan simulasinya di pembiayaan haji syariah di Adira Finance. Semoga kita semua dimudahkan menjadi tamu-Nya
