Neurosains dalam Pembelajaran Anak Usia Dini

Neurosains dalam pengertian etimologi merupakan neural science atau ilmu neural yang mempelajari tentang sistem saraf, terutama mempelajari neuron (sel saraf) dengan pendekatan melalui banyak cabang ilmu. Sedangkan, pengertian terminologinya, merupakan bidang ilmu khusus pada studi saintifik terhadap sistem saraf.

Sederhananya, neurosains adalah cabang ilmu biologi yang berkembang sedemikian rupa untuk mencapai fokus pembahasan tertentu. Sehingga, pembahasan bidang ilmu neural ini dalam pembelajaran anak usia dini (PAUD) tidak bisa lepas kaitannya dengan struktur dan fungsi otak.

Banyak penemuan-penemuan mengenai bidang neurosains, khususnya fakta tentang otak anak. Penemuan tersebut akhirnya mengantarkan kepada kita semua tentang wawasan bahwa anak usia dini, yakni yang berusai 0-6 tahun, merupakan usia emas atau sering disebut golden ages.

Neurosains menurut pakar dan korelasinya

Howard Gardner juga menyebutkan bahwa anak-anak pada usia 5 tahun pertama selalu berhasil dalam belajar mengenai berbagai macam hal. Kesimpulannya, untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, butuh pendidikan yang mumpuni sejak usia 0-6 tahun, yaitu melalui Pendidikan Anak Usia Dini.

Terdapat 100 miliar sel-sel otak yang telah terbentuk ketika anak terlahir ke dunia. Sel-sel tersebut saling berhubungan, meliputi sel otak yang mengendalikan jantung, pernapasasan, pendengaran, gerak refleks, dan naluri hidup.

Saat anak mulai memasuki usia 3 tahun, terdapat jaringan sinapsis atau koneksi mencapai 1.000 triliun yang terbentuk dari sel-sel otaknya. Lebih banyak dua kali lipat dari yang orang dewasa miliki. Sel otak dapat berhubungan dengan 15.000 sel lainnya. Sinapsis yang sering digunakan akan menjadi semakin kuat dan permanen.

Dalam hal ini, maksudnya adalah setiap rangsangan atau stimulasi yang anak terima dalam pembelajaran PAUD akan menciptakan suatu sambungan baru dan memperkuat sambungan yang sudah terhubung.  Stimulasi-stimulasi tersebut banyak kita jumpai dalam pembelajaran anak usia dini.

Oleh karena itu, memasukkan anak ke lembaga PAUD sangat penting karena bisa memberikan stimulasi yang otak anak butuhkan. Jika stimulasi yang diberikan kurang, akan menyebabkan perkembangan otak anak menjadi tidak optimal. Selain itu, stimulasi yang diberikan lembaga PAUD kepada anak akan membuat fungsi-fungsi neuron bekerja optimal, sehingga berguna dalam mengembangkan kemampuan sensori anak.

Osbon, White, dan Bloom menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan atau intelektual anak pada usia 0-4 tahun mencapai angka 50%. Sedangkan, pada anak usia 0-8 tahun mencapai 80%. Selanjutnya, di usia 0-18 tahun, kecerdasan anak mencapai 100%.

Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa  perkembangan otak anak memiliki andil yang cukup besar ketika mereka menginjak tahapan usia dini. Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah keberadaan neurosains dapat membuat anak belajar secara maksimal berdasarkan kerja otak yang alami. Dengan begitu, neurosains dalam pembelajaran akan membantu anak belajar meskipun hanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *