26 Mei 2024

Pertengahan tahun 2021 kemarin, kita sempat dihebohkan dengan meningkatnya satu jenis mata uang kripto yang bernama Dogecoin. Hal ini tentu tidak terlepas dari sosok berpengaruh yang secara berkala selalu mempromosikannya di akun social media pribadinya, yaitu Elon Musk. Dimana pendiri sekaligus CEO Tesla ini sangat memberikan dukungan pada Dogecoin dengan berencana menjadikannya mata uang internet.

Dengan semakin populernya nama Dogecoin di kalangan banyak orang bahkan yang masih awam dengan kripto pun banyak menimbulkan pertanyaan. Jenis kripto seperti apa sebenarnya Dogecoin ini? Yuk simak artikel di bawah ini!

Latar Belakang Dogecoin

Dogecoin sebenarnya merupakan salah satu cabang dari jenis cryptocurrency yang telah populer sebelumnya yaitu Litecoin (LTC) dengan ciri khas maskot meme Shiba Inu. Dimana aset kripto ini dibuat oleh dua orang programmer berbakat yaitu Jackson Palmer dari Adobe dan Billy Markus dari International Business Machines Corporation (IBM) pada tahun 2013.

Awalnya, aset kripto ini dibuat dengan alasan bahwa koin dengan sifat komedi akan memiliki lebih menarik perhatian banyak orang dibandingkan dengan Bitcoin. Hal itulah yang membuat Jack Palmer menjadi tertarik untuk menanamkan modal ke Dogecoin dan barulah setelah itu Billy bertugas membagung ekosistem website untuk Doge.

Dogecoin Mulai Populer Sejak Kemunculannya

Dogecoin pertama kali diperkenalkan ke publik pada akhir tahun 2013 dan mendapatkan sambutan yang positif dari para investor kripto saat itu. Walaupun karena Dogecoin melakukan branding awalnya dengan meme bergambar anjing Shiba, tindakan ini dipercaya banyak orang yang membuat nilai tukarnya masih kalah saing jauh dengan Bitcoin (BTC) ataupun Ethereum (ETC). Bahkan, harga dari Dogecoin langsung naik 300 persen hanya dalam kurun waktu 3 hari saja sejak pertama kali dirilis.

Barulah setelah itu, koin kripto ini mulai banyak dipromosikan oleh para investor di berbagai media sosial dan hal inilah yang membuatnya menjadi populer dengan nilai kapitalisasi pasarnya terus naik. Dimana, nilai kapitalisasi pasar Dogecoin mencapai 17 Milyar di tahun 2022. Nilai kapitalisasi pasar ini sempat bertambah dengan cepat terutama saat Elon Musk sering membawa nama ini dan menunjukkan dukungan yang besar pada Dogecoin.

Sebab, Elon Musk beberapa kali mengatakan pada akun twitter pribadinya bahwa Dogecoin merupakan salah satu uang kripto favoritnya. Cuitannya inilah yang membuat pada bulan April 2021 kemarin, harga Dogecoin meningkat berkali-kali lipat lebih tinggi dari harga normalnya bahkan ketika uang kripto jenis lain sedang mengalami penurunan.

Perbedaan Dogecoin dengan Bitcoin

Perbedaan antara jenis koin yang telah populer lebih dulu seperti Bitcoin dengan Dogecoin adalah jumlah persediaannya. Bitcoin merupakan aset yang sengaja dirancang untuk persediaan yang terbatas yaitu sekitar 21 Juta. Sedangkan Dogecoin memiliki persediaan yang tidak terbatas dengan pertimbangan utama yaitu adalah untuk membuat transaksi pada koin tersebut terjadi lebih cepat.

Selain itu, perbedaan lainnya antara keduanya yaitu adalah cara penambangannya. Hal ini karena, Dogecoin dapat ditambang dengan lebih cepat dan signifikan bila dibandingkan dengan berbagai jenis mata uang kripto lainnya termasuk Bitcoin.

Cek Reputasi Koin Pilihanmu di Aplikasi WikiBit

Sebelum memutuskan untuk membeli suatu koin untuk dijadikan aset investasi dalam dunia kripto, hal penting yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerugian adalah dengan melakukan pengecekan reputasi dan latar belakang perusahaan terhadap koin yang diinginkan. Salah satu cara untuk melakukan cara pengecekan tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi Wikibit.

Di aplikasi WikiBit, kamu akan mendapatkan berbagai macam data lengkap baik itu mengenai reputasi, latar belakang, hingga informasi mengenai perkembangan aset kripto yang sangat sesuai untuk menjadi dasar analisismu dalam membuat sebuah keputusan. Dimana saat ini, kamu dapat mengakses WikiBit dengan mudah hanya cukup dengan mengunduh aplikasi tersebut di appstore ataupun play store di smartphonemu!

Tinggalkan Balasan